Selamat Datang di Situs Resmi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan - Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol Sumatera Barat
Artikel Dekan
 

INDONESIAN ISLAMIC EDUCATION (IIE), SIMBOL PERJUANGAN[1] PDF Cetak Email
Ditulis oleh Prof. Dr. H. Duski Samad, M.Ag./ Dekan FTK IAIN Imam Bonjol Padang   
Kamis, 05 Desember 2013 10:11

 

INDONESIAN ISLAMIC EDUCATION (IIE), SIMBOL PERJUANGAN[1]

Toward Renaisance of Islamic Civilization

OLEH:

DUSKI SAMAD[2]

A. PENDIDIKAN TANPA KOTAK.

 

“Harapan saya juga sekarang anda juga mulai menyadari bahwa ilmu modern tidak lagi dapat berdiri sendiri. Ilmu modern, ilmu sosial atau humaniora atau ilmu apa saja, tidak akan mampu maju manakala ia mengkotakkan dirinya sendiri. Mungkin anda akan segera mengatakan dengan lantang kepada kami kaum pengajar bahwa kenyataannya mata kuliah di kampus masih banyak yang terkotak-kotak. Maafkanlah! Guru-guru anda, termasuk yang sekarang berdiri di hadapan anda, adalah produk dari kurikulum yang terkotak. Dan guru-guru kami juga hasil dari produk yang terkotak pula. Jadi embah buyut kotak, melahirkan embah kotak,embah kotak melahirkan anak kotak, dan anak kotak melahirkan cucu kotak. Kotak, kotak, kotak, kotak, kotak. Justru karena anda berada dalam kondisi dan situasi demikian dan berani bersuara lantang saya ingin menganjurkan dari balik mimbar ini agar anda yang mulai membebaskan diri melepaskan dari penjara ilmu kotak tersebut. Mulailah menyapa kawan-kawan anda yang terkotak di dekat-dekat anda. Sudahkah ilmu politik berbincang dengan sosiologi dan sejarah dan sastra Indonesia atau sastra apa saja?

Baca selengkapnya...
 
KEMUNGKARAN POLITIK PDF Cetak Email
Ditulis oleh Prof. Dr. H. Duski Samad, M.Ag./ Dekan FTK IAIN Imam Bonjol Padang   
Kamis, 05 Desember 2013 10:06

 

KEMUNGKARAN POLITIK

OLEH:

DUSKI SAMAD

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Imam Bonjol

Ketua MUI Kota Padang

 

Terkuaknya kasus mega korupsi di level pimpinan lembaga tinggi negara dan pejabat penting di pusat dan daerah tidak dapat dipungkiri sebagai bukti mewabahnya kemungkaran politik di negeri ini. Merebaknya sifat mudah mendiskriditkan orang atau kelompok, menuduh, fitnah, adu domba dan saling menjatuhkan antar elit politik adalah juga bentuk lain dari ikutan dari dosa kemungkaran politik. Timbulnya dan bergaungnya suara-suara miring, negative dan opini sesat –seperti politik uang (money politik), fitnah dan pembunuhan karakter - disaat adanya pemilihan kepala daerah (PILKADA), pemilihan legeslatif (PILEG), dan pemilihan presiden (PILPRES) adalah ujung nyata dari gerogotan virus kemungkaran politik.

Baca selengkapnya...
 
INDONESIAN ISLAMIC EDUCATION (IIE), SIMBOL PERJUANGAN PDF Cetak Email
Ditulis oleh Admin/ Prof. Dr. H. Duski Samad, M. Ag.   
Kamis, 21 November 2013 09:19

 

INDONESIAN ISLAMIC EDUCATION (IIE), SIMBOL PERJUANGAN[1]

Toward Renaisance of Islamic Civilization

OLEH:

DUSKI SAMAD[2]

A. PENDIDIKAN TANPA KOTAK.

“Harapan saya juga sekarang anda juga mulai menyadari bahwa ilmu modern tidak lagi dapat berdiri sendiri. Ilmu modern, ilmu sosial atau humaniora atau ilmu apa saja, tidak akan mampu maju manakala ia mengkotakkan dirinya sendiri.

Baca selengkapnya...
 
QURBAN DAN SOLUSI BANGSA PDF Cetak Email
Ditulis oleh Prof. Dr. H. Duski Samad, M.Ag./ Ketua MUI Kota Padang   
Selasa, 15 Oktober 2013 12:39

 

QURBAN DAN SOLUSI BANGSA

 

Bangsa Indonesia tiada hentinya kena deraan cobaan yang mencemaskan bagi keberlangsungan bangsa ini. Belum selesai kasus mega korupsi skandal Bank Centrury, kasus perampokan uang Negara di Hambalang, korupsi di BPP Migas, muncul pula kasus yang membuat public heboh yaitu tertangkap tangannya pimpinan tinggi lembaga negara Mahkamah Konstititusi (MK), Akil Muchtar.

Baca selengkapnya...
 
AKIL, GALODO DEMORALISASI PDF Cetak Email
Ditulis oleh Prof. Dr. H. Duski Samad, M.Ag./ Dekan FTK IAIN Imam Bonjol Padang   
Senin, 07 Oktober 2013 22:19

 

AKIL, GALODO DEMORALISASI

Oleh:

Duski Samad

Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Imam Bonjol

Kata akil adalah serapan dari bahasa arab a-q-l, ya’qilu, ‘aqlan, aqilun (isim fael) artinya orang yang berakal atau cerdas. Mukhtar juga dari dapat dirujuk dari kosa kata bahasa arab, akhtara, yukhtiru, ikhataran, muchtarun artinya orang terpilih. Nama yang begitu indah dan penuh makna itu, beberapa hari belakangan menjadi perbincangan dalam arti yang tercela dan ada yang menyebutnya dengan keterlaluan, harusnya dihukum seberat-beratnya, bahkan diusulkan dengan hukuman mati. Tertangkap tangannya Akil Muchtar sang ketua Mahkamah Konstitusi (MK) oleh lembaga super body Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung atau tidak telah memadamkan cita-cita orang tua Akil Muchtar, yang mengharapkan anaknya kelak mencari orang cerdas yang terpilih. Sayang, kecerdasan dan keterpilihannya memimpin lembaga tinggi negara yang terhormat itu diracuni sendiri, karena tidak kuat menghadang galodo demoralisasi yang menghantam orang-orang penting di negeri ini.

 

Baca selengkapnya...
 
<< Mulai < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Halaman 9 dari 18
Iklan

Asmaul Husna

Jadwal Ibadah